THE BABY FACE ASSASSIN,OLE GUNNAR SOLSKJAER, THE SUPER SUB·
Sebelum bermain paruh waktu di Third Division di Norwegia untuk Clausenegen FK, Ole Gunnar Solskjaer kemudian melanjutkan karir di Nowegian Premier League bersama Molde FK di tahun 1995. Di musim pertamanya dia berkembang dengan baik dengan mencetak 20 gol dalam 26 pertandingan sehingga membuatnya dijuluki sebagai “Norwegian Alan Shearer”. Ia mencetak gol pada debutnya bersama Norwegia melawan Jamaica kemudian mencetak dua gol saat Norwegia menang 5-0 atas Azerbaijan. Dalam 16 pertandingan internasional, ia telah mencetak 11 gol. Ia pun ingin memiliki tantangan di klub yang lebih besar yang bermain di Eropa. Karir Ole bersama Molde berakhir dan ia hijrah ke Inggris.
Pada musim panas tahun 1996 Alex Ferguson membeli Ole dengan harga £1.5m, tapi para fans tidak menaruh ekspektasi tinggi dan tidak ada yang tahu siapa Ole. Ole sendiri tidak terlalu menaruh harapan lebih untuk bermain bersama United sampai pada tahun baru. Ia merasa sangat terkejut karena ia dengan cepat masuk dalam tim utama saat melawan Blackburn Rovers di Old Trafford pada Agustus 1996.
Banyak penggemar menjadi bingung melihat ada pemain baru seperti baru berusia 12 tahun, tapi dengan cepat ia menjawabnya dengan permainannya. Ole mencetak gol pada debutnya dan dia menjadi bagian dari tim utama dengan begitu cepat. Ia mengakhiri musim pertamanya sebagai top skor United dengan 19 gol (18 gol di Liga Inggris). Dengan cepat Ole menjadi idola baru dengan julukan “The baby faced assassin” karena wajahnya yang tampak seperti masih anak-anak.
Dalam beberapa waktu kemudian Ole menjadi mesin gol bagi United, membuatnya seperti tampak mudah. Ketenangan dan penyelesaian mematikan dari segala sisi dengan penempatan posisi yang sempurna menjadikan ia sebagai striker handal. Selain itu ia juga memiliki kemampuan mengumpan lambung dan pasing bola. Setelah ia mengakhiri karir bersama tim Norwegia, ia memenangkan gelar Liga Champions pertamanya bersama United di musim pertamanya dan membantu United mencapai semifinal di Liga Champions. Ia termasuk dalam tim Norwegia di Piala Dunia 1998, bermain di tiga pertandingan sebelum tersingkir setelah dikalahkan Italia.
Pada musim 1997-1998 ia kehilangan tempat di lini depan United dan memberikan kesempatan duet bagi Andy Cole dan Teddy Sheringham, ia absen karena cedera. Ia hanya bermain di beberapa pertandingan United saat menjuarai liga merebutnya dari Arsenal (menjdi pencapaian bagus karena banyak pemain yang mengalami cedera di musim ini). Kedatangan Dwight Yorke pada Agustus 1999 membuat Ole berada di jalan berbeda yang memunculkan julukan baru baginya sebagai “The Super Sub”.
Bagaimana memasukkan Bola ke Gawang Bayern Munich?
Tahun 1998-199 menjadi musim yang asing bagi Ole. Saat ia memulai perjalanan baru setelah menolak tawaran seharga £5.5 juta oleh Spurs, ia kemudian mencetak 17 gol hanya dari 17 pertandingan. Lalu di pertandingan kandang melawan Nottingham Forest bersama United yang sudah unggul 4-1 dan masuk sebagai pemain pengganti di menit 80. Ia menjadi master dalam penyelesaian akhir. Yorke dan Cole, mereka berdua butuh dua babak untuk mencetak hat-trick tapi Ole mencetak empat gol hanya dalam 10 menit dengan penampilan yang luar biasa yang membawa United menang 8-1 dan gol Ole masih menjadi rekor sampai hari ini.
Ketika ia masuk sebagai pemain pengganti di menit 81 di Final Liga Champions 1999, ia mencetak gol kemenangan United di masa injury-time. Barangkali itu menjadi gol paling dikenal dari Manchester United sepanjang masa? Gol itu memuluskan jalan United meraih gelar Treble dan menjadikannya legenda yang kemudian memunculkan mitos dengan istilah “Where were you when Solskjaer put the ball in the Germans net?”
Tidak ada yang menyangsikan peran penting striker asal Norwegia tersebut, dengan jumlah golnya yang dibuatnya bersama United. Ole melakukan hal yang sama ketika datang dari bangku cadangan, mencetak gol di menit-menit akhir tahun itu saat melawan Brondby, West Ham, Forest, Liverpool, dan Bayern Munich. Dia loyal dan bersedia duduk di bangku cadangan sebagai super-sub, dan akhirnya ia memperoleh penghargaan dengan gelar Treble dan selamanya menempati daftar sejarah.
Ole tidak berharap bisa mencapai momen puncak yang terkenal itu pada musim berikutnya tapi ia masih menjadi striker berbahaya di lini depan. Saat ia bergabung dengan Spurs dan hanya bermain sebanyak 15 pertandingan dalam performa yang tidak begitu berpengaruh dia tetap mencetak gol lagi. Yang begitu diingat adalah ketika mencetak empat gol di kandang melawan Everton, dua gol melawan Sunderland dan tendangan voly brilian dari jarak 30 meter di kandang melawan Sturm Graz.
Pada pertandingan tandang ke Bordeaux terjadi momen klasik pencurian Ole untuk United, sebagai pemain pengganti dengan hanya lima menit waktu tersisa ia mencetak gol kemenangan pada tendangan pertamanya setelah masuk lapangan. Ferguson percaya Ole akan menjadi lebih baik ketika datang sebagai pemain pengganti, tercatat ia banyak mencetak gol ketika bermain sebagai pemain pengganti.
Saat bermain di klub lainnya, Ole bermain sebagai pemain utama dan sekarang Ole tahu bahwa United tidak termasuk dari tim yang lain itu. Secara berkelanjutan ia menjadi top skor tahun 2000-2001, dimana ia kerap kali diduekan dengan sesama penghuni bangku cadangan Teddy Sheringham. Sebagian besar gol yang dicetaknya musim ini adalah sebagai pemain pengganti. Momen terkenal gol telat Ole untuk kemenangan United adalah saat menang 2-1 atas Charlton, saat menenggelamkan Ipswich, dan gol telat dari sundulan saat menang 1-0 melawan Aston Villa di Villa Park.
Musim 2001-2002 menjadi kampanye terbaik Ole. Bersama partner barunya Ruud van Nistelrooy ia mencetak 26 gol. Ole mencetak dua gol melawan Ipswitch, Derby, Nantes, Leeds, Charlton dan Deportivo, lalu mencetak hat-trick brilian di laga tandang melawan Bolton.
Ia memperagakan ketajaman naluri mencetak golnya di lini depan, mengambil sedikit kesempatan dan mencetak gol dari posisi yang tidak memungkinkan. Gol pertamanya melawan Charlton menjadi gol brilian dan penyelesaian sempurna, tidak terlupakan juga gol memukau saat tandang ke Lille.
Percobaan Sebagai Winger
Selama musim 2002-2003 Ole berubah posisi dari striker menjadi gelandang kanan di lini tengah United. Setelah kepergian David Beckham beberapa bulan setelah musim dingin, Ferguson mencoba formasi 4-3-3, berubah dari formasi 4-4-2 yang selalu dipakai beberapa tahun yang lalu. Ole kemudian memperagakan kemampuannya memberikan umpan lambung, di mana umpannya memudahkan Ryan Giggs mencetak gol dengan kepalanya yang menjadikan skor menjadi 2-2 melawan Arsenal.
Ia mencetak gol ke-100-nya untuk United saat menang 1-0 melawan West Bromwich Albion pada hari pembuka musim dan menjadi top skor Premiership dengan 15 gol. Momen terbaiknya datang saat golnya menyamakan kedudukan melawan Newcastle dan kemenangan penting 4-0 atas Liverpool. Dengan 29 penampilan sebagai pemain reguler di liga dan 9 di Eropa, Ole memberikan imej super-sub kepada Diego Forlan.
Cedera Menyengsarakan
Pada musim 2003-2004 ia tidak pernah bisa sepenuhnya sembuh dari cedera. Pada September setelah sembuh dari masalah engkelnya, tim medis klub membutuhkan melakukan opersai untuk penyembuhan. Ole absen sampai Februari berakhir dan ia kembali bermain sebagai cadangan. Spekulasi transfer mencuat setelah ia kembali mengalami cedera di engkelnya. Awal musim 2004-2005 ada rumor karir Ole telah berakhir namun hal itu terbukti tidak benar. Setelah operasi, butuh waktu lama untuk rehabilitasi untuk membangun kembali kekuatan kakinya. Akhirnya, Ole kembali saat United bermain imbang 2-2 melawan Birmingham pada tanggal 28 Desember 2005 dan selanjutnya bermain sebanyak lima pertandingan.
Meskipun ia lama absen, Ole tetap menjadi pahlawan fans United yang membuatkannya sebuah lagu khusus “You are my Solskjaer”, lagu yang selalu menjadi kegemaran fans. Ia tidak hanya terkenal karena gol dramatisnya di Liga Champions tapi karena ia berani membela Shareholders United melawan pengambilalihan Glazer – satu-satunya pemain United yang melakukannya.
Comeback
Pada 31 Maret 2006 ia menandatangani kontrak bersama United sampai akhir musim 2008. Kontrak yang kemudian mengikuti sebagai pelatih teknik dan Fergie menyatakan bahwa Ole akan diberikan peran sebagai duta besar klub. Pada musim 2006-2007 dia menunjukkan tetap menjadi striker handal dengan 11 gol untuk United dalam 15 pertandingan sebagai pemain utama dan 16 sebagai pemain pengganti.
Golnya adalah termasuk saat melawan Charlton (gol pertama sejak kembali dari cedera), dua gol di kandang melawan Newcastle, penentu kemenangan atas Celtic dan Aston Villa. Ole melakoni pertandingan terakhir bersama Norwegia dengan mencetak dua gol di laga tandang melawan Hungaria pada September 2006.
Pada April 2007 Ole mengumumkan pensiun ketika kontraknya bersama United berakhir pada Juni 2008, tapi pada 27 Agustus 2007, Ole sudah mengumumkan akan pensiun dari sepakbola. Setelah terjadi masalah lagi dengan cederanya dan mencapai penampilan buruk pada Juni. Ia mengalami kemunduran lainnya yang membuatnya mengambil keputusan pensiun. Akan tetapi, Ole tetap berada di Old Trafford sebagai pelatih tim cadangan United.
Sebuah Akhir
Jersey United nomor 20 sekarang selalu diidentikkan dengan Ole Gunnar Solskjaer setelah 11 tahun fantastis, dengan enam gelar Premiership, dua Piala FA dan satu gelar legendaris Liga Champions. Ia menjadi pelayan dan profesional sejati bagi klubnya. Loyalitasnya kepada manajer dan klub ketika pemain lainnya tertarik dengan uang transfer, ia akan selalu didengungkan oleh fans. Ole memiliki permainan yang sangat jarang dimiliki oleh pemain sepakbola modern.
Para fans United akan selalu mengingat Ole di hati mereka untuk momen tak terlupakan di Barcelona, untuk penyelesaian mematikannya, untuk semua gol terbaik dan untuk karena telah menjadi pria yang manis. Pemain terbaik mungkin akan datang dan pergi, tapi Ole akan selalu dicintai publik Old Trafford.
Sisi Kecil Lain dari Ole
Ole adalah penggemar Liverpool saat kecil (tapi jangan pikir ia akan bermain untuk The Kop)
Ole Pernah satu tahun berada di National Service di Norwegian Army
Ole tidak pernah bermain di Norwegian 1st Division sampai usia 22 tahun. Di luar lapangan hijau, Ole mengaku mengagumi Elvis.
Ole dikenal dengan sebutan “baby faced assassin”, karena tampangnya yang seperti anak-anak, belakangan ia tidak suka dipanggil seperti itu.
Ole pernah berlatih sebagai pegulat. Ayahnya adalah juara di Norway’s Greco-Roman Wrestling Champion antara tahun 1966-71.
Sir Bobby Charlton berkata tentang Ole, “Saya tidak tahu ada seseorang yang bisa berpikir cepat melebihinya. Saya tidak sekadar bicara tentang striker pada pertandingan modern – Saya hanya belum pernah melihat siapapun sepertinya di era modern. Dia luar biasa.”
Kata Solskjaer tentang Barcelona ‘99: “Ketika Teddy mencetak gol, saya bilang, yes! Saya akan bermain 40 menit lagi di Final Liga Champions. Itu pertandingan yang sulit dipercaya.” Ole menceritakan kejadian itu setelah malam final untuk meyakinkan bahwa sebelum itu ia merasa akan mencetak gol. Di sisi stadion Old Trafford, di Stretford End, terdapat bener “20LEGEND” yang dipersembahkan untuk Ole.
Fans United membuatkan lagu untuk Ole: (to the tune of “You are my sunshine”)
“You are my Solskjaer, my Ole Solskjaer,
you make me happy, when skies are grey,
and Alan Shearer, was f**king dearer,
so Please don’t take, My Solskjaer, Away…..”
Fans United juga menyanyikan chants: “Who put the ball in the Germans net? Ole Gunnar Solskjaer!!!” Ole juga seorang pendukung fans grup MUST.